Nama   : Siti Mahraja
NIM      : F1C114017
Assalamu’alaykum teman2 bloger semua. Sudah lama saya tidak menyapa kalian semua. Untuk mengisi waktu untk yang pertama setelah sekian lama tidak bertegur sapa kita mulai belajar kembali yuk. Dalam kesempatan ini saya ingin mengajak kalian semua untuk belajar tentang KIMIA ORGANIK SINTESIS, untuk materi khususnya yang pertama ini kita akan membahas tentang GUGUS PELINDUNG. YUK KITA MULAI !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
Oranik sintesis merupakan ilmu yang memudahkan kimiawan melakukan peniltian dalam sintesis senyawa organik. Perkembangan ilmu ini disebabkan pengetahuan struktur suatu senyawa menjadi terbuka setelah diperkenalkan cara-cara mengidentifikan sisenyawa organik dan berkembangnya bahan lama yang sangat pesat.Teori yang menunjang semakin berkembangnya organik sintesisa dalam pendekatan diskoneksi.
Diskoneksi adalah pemotongan ikatan secara imaginer pemecah molekul yang diharapkan lebih sederhana. Diskoneksi biasa disebut kebalikan dari sintesis, jika sintesis mereaksikan senyawa starting material menjadi suatu produk senyawa baru. Proses dikoneksi dapat dilakukan beberapa tahap hingga mendapat senyawa yang diinginkan.
Dalam sintesis suatu senyawa organik di kenal pula dengan istilah gugus pelindung, Dalam banyak preparasi senyawa organik, beberapa bagian spesifik pada molekul tidak dapat bertahan pada kondisi reaksi atau pereaksi yang digunakan. Sehingga, bagian tersebut, atau gugus, harus dilindungi. Gugus pelindung atau gugus proteksi adalah suatu gugus fungsional yang digunakan untuk melindungi gugus tertentu supaya tidak turut bereaksi dengan pereaksi atau pelarut selama proses sintesis kimia berlangsung. Gugus pelindung tersebut ditambahkan ke dalam molekul melalui modifikasi kimia pada suatu gugus fungsi untuk mencapai kemoselektivitas pada reaksi kimia selanjutnya. Gugus ini memainkan peranan penting dalam sintesis organik multitahap.
Contoh dari gugus pelindung dapat dilihat pada sintesis berikut :
Litium aluminium hidrida sangat reaktif namun merupakan pereaksi yang sangat beguna untuk mereduksi ester menjadi alkohol. Pereaksi tersebut akan mudah sekali bereaksi dengan gugus karbonil, tanpa dapat menseleksi mana gugus karbonil yang seharusnya direduksi. Ketika reduksi ester dibutuhkan namun terdapat gugus karbonil lainnya dalam molekul target, penyerangan hidrida pada gugus karbonil tersebut harus dicegah. Misalnya, karbonil tersebut diubah ke dalam gugus asetal, yang tidak bereaksi dengan hidrida. Asetal tersebut kemudian disebut sebagai gugus pelindung bagi karbonil. Setelah tahapan yang memerlukan hidrida selesai dilakukan, asetal tersebut dihilangkan (direaksikan dengan asam berair), mengembalikannya ke gugus karbonil semula. Tahapan ini disebut sebagai deproteksi.
Gugus amino mempunyai pereaksi tertentu untuk melindunginya misalnya dengan AcOC6H4-p-NO2, pH 11. Perlindungan gugus amina dengan AcOC6H4-p-NO2 akan membentuk –NHAc. Sebagai contoh :
Pereaksi lain yang digunakan untuk melindungi gugus amino adalah asetaldehida, ion Cu(II), dan asam perklorat. Pereaksi yang menggunakan R2NCOCH2Cl dengan contoh reaksi sebagai berikut:

Deproteksi terhadap gugus amino dapat dilakukan antara lain dengan menggunakan asetat anhidrida, K2CO3, Hog kidney asilasi dan bromokatekolboran.
Gugus pelindung yang umum digunakan :
1.         Gugus pelindung alkohol. Proteksi gugus alkohol dapat dilakukan dengan menggunakan Asetil (Ac) – dihilangkan dengan asam atau basa (lihat gugus asetoksi), Benzoil (Bz) – dihilangkan dengan asam atau basa, lebih stabil dibanding gugus Ac, Benzil (Bn) – dihilangkan dengan hidrogenolisis. Gugus Bn digunakan secara luas dalam kimia gula dan nukleosida, Eter β-metoksietoksimetil (MEM) – dihilangkan dengan asam dan lain-lain.
2.         Gugus pelindung amina. Proteksi gugus amina dapat dilakukan dengan menggunakan Gugus Karbobenziloksi (Cbz) – dihilangkan dengan hidrogenolisis, Gugus Karbonil p-metoksibenzil (Moz atau MeOZ) – dihilangkan dengan hidrogenolisis, lebih labil dibanding Cbz, Gugus p-metoksifenil (PMP) – dihilangkan dengan amonium serium(IV) nitrat (CAN) dan lai-lain.
3.         Gugus pelindung karbonil. Proteksi gugus karbonil dapat dilakukan dengan menggunakan Asetal dan Ketal – dihilangkan dengan asam. Secara normal, pembelahan asetal asiklik lebih mudah dilakukan dibanding asetal siklik, Asilal – dihilangkan dengan asam Lewis dan Ditian – dihilangkan dengan garam logam atau agen pengoksidasi.
4.         Gugus pelindung asam karboksilat. Proteksi asam karboksilat dapat dilakukan dengan menggunakan Ester metil – dihilangkan dengan asam atau basa, Ester benzil – dihilangkan dengan dehidrogenolisis, Ester tert-butil – dihilangkan dengan asam, basa atau beberapa reduktan dan lain-lain.
5.         Gugus pelindung fosfat. Proteksi gugus fosfat dapat dilakukan dengan menggunakan 2-sianoetil – dihilangkan dengan basa sedang. Gugus ini digunakan secara luas dalam sintesis oligonukleotida dan Metil (Me) – dihilangkan dengan nukleofil kuat seperti tiofenol/TEA.
6.         Gugus pelindung alkuna terminal. Proteksi gugus alkuna terminal dapat dilakukan dengan menggunakan Alkohol propargil dalam reaksi Favorskii dan Gugus silil, khususnya pada proteksi asetilena.
Syarat gugus pelindung adalah sebagai berikut :
1.      Mudah dimasukan dan dihilangkan.
2.      Tahan terhadap reagen yang akan menyerang gugus fungsional yang tidak terlindungi.
3.      Stabil dan hanya bereaksi dengan pereaksi khusus untuk mengenbalikan gugus fungsi aslinya.
4.      Gugus pelindung seharusnya tidak mengganggu reaksi yang dilakukan sebelum dihapus.
Reference :
Amanatie. (tidak terantum). Buku Pegangan Mahasiswa Komia Organik Sintesis. Yogyakarta : UNY Press.

Comments

  1. dalam deproteksi gugus fungsi jenis gugus apa saja yang dapat digunakan untuk deproteksi gugus fungsi? spesifiknya terhadap apa? terimakasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih pertanyaannya kak nesya. Sebelumnya saya jelaskan sedikit bahwa deproteksi adalah penghilangan atau reduksi gugus pelindung menjadi gugus fungsi awal yang dilindungi. Disini saya sedikit keliru dangan pertanyaan nesya. Tapi saya coba jelaskan. Contoh suatu senyawa yang mengandung gugus keton disintesis, dalam proses sintesisnya senyawa ini menggunakan gugus pelindung diol. Untuk memgembalikan gugus fungsi keton kembali senyawa dari proses sintesis ini dilakukan deproteksi. Dengan cara mereaksikan di dalam asan sehingga gugus keton yang tadi dilindungi terbentuk kembali.
      Sekian semoga bisa dipahami😊

      Delete
    2. Terimakasih pertanyaannya kak nesya. Sebelumnya saya jelaskan sedikit bahwa deproteksi adalah penghilangan atau reduksi gugus pelindung menjadi gugus fungsi awal yang dilindungi. Disini saya sedikit keliru dangan pertanyaan nesya. Tapi saya coba jelaskan. Contoh suatu senyawa yang mengandung gugus keton disintesis, dalam proses sintesisnya senyawa ini menggunakan gugus pelindung diol. Untuk memgembalikan gugus fungsi keton kembali senyawa dari proses sintesis ini dilakukan deproteksi. Dengan cara mereaksikan di dalam asan sehingga gugus keton yang tadi dilindungi terbentuk kembali.
      Sekian semoga bisa dipahami😊

      Delete
  2. Kemoselektivitas itu apa ya , mohon dijelaskan ?
    Terima kasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih mbak susi. Saya akan coba jelaskan. Kemoselektivitas adalah memilih untuk dapat mereaksikan salah satu gugus fungsional dari dua gugus yang berada pada satu molekul. Dimana terjadi reaksi kemoselektif artinya bahwa pereaksi hanya bereaksi dengan gugus fungsional yang dikehendaki atau hanya bereaksi sampai pada tahapan tertentu.
      Sekian semoga bisa dipahami😊

      Delete
  3. Mohon boleh di berikan contoh mekanisme reaksi gugus pelindung pada gugus Keton dan aldehid ya.. Terimakasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. terima kasih saudari nurma. saya akan memberikan contoh untu gugus keton :
      suatu senyawa yang mengandung gugus keton dan ester akan disintesis menjadi alkohol. Transformasi keseluruhan yang dibutuhkan dari ester menjadi alkohol primer. Dalam mereduksi ester, dibutuhkan LiAlH4, tapi hal itu akan mereduksi keton yang tidak di inginkan. Hal ini dapat dihindari jika "mengubah" keton menjadi gugus fungsional pertama yang berbeda. Secara konseptual, ini seperti mampu memberi gugus pelindung (ditampilkan di bawah) pada keton yang ingin dilindungi selama reaksi pembentukan primer, kemudian dihilangkan (deproteksi) gugus pelindungnya. Dalam hal ini, "molekul penutup" adalah gugus pelindung. Dalam contoh ini, keton dilindungi sebagai asetal (yang merupakan eter dan tidak bereaksi dengan LiAlH4 ). Kemudian ester di reduksi menjadi alkohol primer. Akhirnya gugus pelindung dapat dihilangkan.
      mohon maaf saudari nurma saya tidak bisa memasukkan gambar dari mekanisme dikarenakan kegagalan teknis, dan maaf belum bisa memberikan contoh untuk aldehid.
      sekian semoga bisa dipahami dan bermanfaat

      Delete
  4. Kira-kira apa yang akan terjadi jika gugus pelindung yang digunakan lebih banyak dari reagen yang akan dilindungi gugusnya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. menurut saya ini mungkin akan berpengaruh pada proses deproteksinya nanti. dimana jika gugus pelindungnya lebih banyak maka akan sulit untuk mengembalikan ke gugus fungsional yang tadinya dilindungi. mungkin akan dibutuhkan pereaksi yang berlebihnya juga untuk mengembalikan gugus fungsi semula yang dilindungi.
      terima kasih saudari herliana, semoga bermanfaat ya

      Delete
  5. bagaimana cara menentukan pereaksi yang digunakan dalam gugus pelindung?

    ReplyDelete
  6. Menurut saudara gugus pelindung jenis apa yang dapat secara baik memproteksi gugus amina?

    ReplyDelete
  7. Halo mba Mahra, saya mau tanya dong, cara menghilangkan gugus pelindung bagaimana ya dan kenapa harus dihilangkan?

    ReplyDelete
  8. saya ingin bertanya apakah pentingnya mempelajari gugus pelindung dalam kimia organik sintesis?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Menurut saya pentingnya mempelajari gugus pelindung adalah agar pada saat sintesis suatu seyawa organik gugus yang tidak diinginkan untuk bereaksi tidak akan terganggu sehingga proses sintesis senyawa organik akan berlajan dengan baik dan material target yang dihasilkan sesuai dengan yang diharapkan
      Terima telah mampir ke blog saya neli 😁

      Delete
    2. Menurut saya pentingnya mempelajari gugus pelindung adalah agar pada saat sintesis suatu seyawa organik gugus yang tidak diinginkan untuk bereaksi tidak akan terganggu sehingga proses sintesis senyawa organik akan berlajan dengan baik dan material target yang dihasilkan sesuai dengan yang diharapkan
      Terima telah mampir ke blog saya neli 😁

      Delete
  9. Bagaimana mengembalikan senyawa amina yang sudah terproteksi?? Mohon penjelasan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Senyawa amina yang terproteksi dapat dikembalikan dengan cara deproteksi menggunakan NH2NH2. Atau juga dapat dikembalikan atau deprotonasi dengan H2/katalis. Semoga bisa membantu. Terima kasih atas pertanyaannya😊

      Delete
    2. Senyawa amina yang terproteksi dapat dikembalikan dengan cara deproteksi menggunakan NH2NH2. Atau juga dapat dikembalikan atau deprotonasi dengan H2/katalis. Semoga bisa membantu. Terima kasih atas pertanyaannya😊

      Delete
  10. Berikan contoh gugus pelindung dari amina sekunder ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih pertanyaan nya saudari lili. Saya akan coba menjawab, salah satu contoh gugus pelindung pada senyawa amina adalah uretan dengan rumusnya R'NHCOR'.
      Semoga bermanfaat

      Delete
    2. Terima kasih pertanyaan nya saudari lili. Saya akan coba menjawab, salah satu contoh gugus pelindung pada senyawa amina adalah uretan dengan rumusnya R'NHCOR'.
      Semoga bermanfaat

      Delete
  11. bagaimana cara melindungi molekul yang mengandung beberapa gugus fungsional yang mirip, serta berikan contoh. terimakasih.

    ReplyDelete
  12. Apa maksud reaksi kemoselektiv ? Mohon dijelaskan secara spesifik

    ReplyDelete
  13. Apakah gugus pelindung dapat terlihat pada FTIR?

    ReplyDelete
  14. apaka gugus pelindung akan mempengaruhi tahap reaksi selanjutnya dalam sintesis?

    ReplyDelete
  15. Bagaimana cara apabila ada 2 gugus yang sama yang ingin dilindungi namun hanya satu gugus yang ingin disubstitusi?

    ReplyDelete
  16. Bisa tolong jelaskan senyawa atau gugus apa saja yang dapat dilindungi dengan gugus pelindung? Adakah syarat tertentu?

    ReplyDelete
  17. apakah semua senyawa yang disintesis harus memiliki gugus pelindung?

    ReplyDelete
  18. mengapa pada senyawa yang mengandung gugus yang sama dan diproteksi, tetapi hanya 1 gugus yg bereaksi dengan reagen atau terputus dari senyawa nya ?

    ReplyDelete

Post a Comment