Polarizabilitas
KIMIA ORGANIK FISIK
Hai,
kita lanjutkan materi yang selanjutnya. Kali ini saya akan memberikan sedikit
informasi tentang polarizabilitas atau kebolehpolaran. Selamat membaca, semoga
bermanfa’at.
Polarisabilitas
(kebolehpolaran) adalah kemampuan untuk membentuk dipol sesaat. Ini adalah
properti dari materi. Polarizabilitas menentukan respon dinamik dari sistem
yang terikat ke bidang eksternal, dan memberikan wawasan ke dalam struktur
internal molekul. Kebolehpolaran suatu molekul tergantung pada jumlah dan
bentuk awan elektron. Untuk molekul-molekul dengan bentuk yang sama,
bertambahnya jumlah elektron menyebabkan pengaruh inti atom terhadap awan
elektron semakin lemah awan elektron semakin lunak sehingga semakin mudah
dipolarisasi dan kebolehpolaran-nya semakin tinggi. Polarizabilitas juga berkaitan
dengan gaya london.
Gaya London merupakan gaya tarik
menarik antara molekul-molekul nonpolar. Gaya London juga merupakan bagian dari
gaya antar molekul yang terjadi antara molekul polar dengan molekul nonpolar,
serta antara molekul polar dengan polar. Molekul non polar terdiri atas
inti-nti atom dan elektron-elektron. Inti-inti atom dan elektron-elektron
selalu dalam keadaan bergerak. Andaikata atom-atom unsur gas mulia dianggap
sebagai molekul monoatomikmaka distribusi dari rata-rata inti atom dan
elektron-elektronyang berlalu dalam keadaan bergerak disekitar inti atom
menghasilkan pusat muatan positif dan pusat muatan negatif yang berimpit di
satu titik sehingga sehingga molekul monoatomik tersebut bersifat nonpolar.
Molekul nonatomik tersebut dapat digambarkan dengan lingkaran yang ditengahnya
terdapat tanda ±. Awan elektron atau rapatan elektron dari molekul tersebut
dianggap memiliki simetri bola (Spericelly symmetric ).
Pada waktu terjadi
polarisasi, elektron-elektron dan inti atom dalam suatu molekul mengalami
perpindahan dari posisi rata-ratanya. Mudah tidaknya dipol sesaat atau dipol
indiksian terbentuk pada suatu molekul tergantung kepada kemudahan awan
elektron untuk mengalami polarisasi, kemudahan awan elektron suatu molekul
untuk dipolarisasi dinyatakan dengan kebolehpolaran (polarizabilitiez, dengan simbol α dan satuan m³). Dalam hal ini semakin mudah
awan elektron suatu molekul dipolarisasi, maka kebolehpolaran malekul tersebut
semakin tinggi pila. Kebolehpolaran suatu molkul tergantung pada jumlah dan
bentuk awan elektron. Untuk molekul-molekul dengan bentuk yang sama ,
bertambahnya jumlah elektron menyebabkan pengaruh inti atom terhadap awan
elektron semakinlemah awan elektron semakin lunak sehingga semakin mudah
dipolarisasi dan kebolehpolarannya semakin tinggi seperti ditunjukan tabel
berikut :
|
Zat
|
Bentuk
|
α
|
zat
|
Bentuk
|
Α
|
|
He
|
Bola
|
2,0
|
H₂
|
Linear
|
8,2
|
|
Ar
|
Bola
|
16,6
|
N₂
|
Linear
|
17,7
|
|
CH₄
|
Tetrahedal
|
26,0
|
CO₂
|
Linear
|
26,3
|
Jumlah elektron
dalam suatu molekul berbanding lurus dengan massa molekulnya oleh karena itu
kebolehpolaransuatu molekul semakin tinggi dengan bertambahnya massa
molekulnya. Kenaikan kebolehpolaran molekul menyebabkan semakin mudahnya
molekul tersebut membentuk dipol sesaat dan dipol induksian sehingga gaya
london yang yang terjadi in kuat. Adanya gaya london antara
molekul-molekul nonpolar menyebabkan pada waktu peleburan dan pendidihan
diperlukan sejumlah enengi untuk memperbesar jarak antara molekul-molekul
nonpolar. Semakin kuat gaya london antar molekul-molekul, semakin besar pula
energi yang digunakan untuk terjadinya peleburan dan pendidihan.
https://id.wikipedia.org/wiki/Gaya_london
https://en.wikipedia.org/wiki/Polarizability
terima kasih atas info ilmunya. bisa jelaskan lagi senyawa apa saja yang dapat melakukan dipol sesaat sehingga terjadi polarisabilitas????
ReplyDeleteterimakasih atas pemaparan materinya, pada senyawa organik bagaimanakah tingkat polarisabilitasnya?
ReplyDeleteterimakasih ilmunya mba
ReplyDelete