REVIEW KIMIA ORGANIK FISIK (PERTEMUAN 1)
Elektronegativitas
Elektronegativitas dengan sampel
X adalah sebuah sifat kimia yang menjelaskan kemampuan sebuah atom untuk menarik
elektron (atau rapatan elektron) menuju dirinya sendiri pada ikatan kovalen. Konsep
elektronegativitas pertama kali diperkenalkan oleh Linus Pauling
pada tahun 1932 sebagai bagian dari perkembangan teori ikatan valensi. Elektronegativitas
tidak bisa dihitung secara langsung, melainkan harus dikalkulasi dari
sifat-sifat atom dan molekul lainnya.
Ikatan
Hidrogen
Titk
didih senyawa dipengaruhi oleh massa
rumus molekul tersebut. Titik didih hidrida dari golongan IVA meningkat dengan
semakin besarnya Mr senyawa. Namun untuk golongan VIA, terjadi anomali dimana
H2O yang mempunyai Mr yang lebih kecil dibandingkan dengan H2S, H2Se
dan H2Te, mempunyai titik didih yang lebih tinggi. Ikatan Ikatan
hidrogen terbentukapabila :
1.
Mempunyai atom F, N, atau O
2.
Memiliki atom hidrogen yang terikat
pada atom F, N atau O
Terjadinya
ikatan hidrogen itu adalah pasangan elektron bebas dari F, N atau H berikatan
dengan hidrogen yang berikat pada atom F, N atau O, seperti terlihat pada
contoh H2O. Susunan molekul air, pada titik leleh lebih berdekatan dibandingkan
dengan es, karena itu air lebih rapat dibandingkan es. Hal ini merupakan suatu
anomali. Umumnya padatan lebih rapat dibandingkan cairan.
Gaya
Van Der Waals
Gaya
Van Der Waals timbul dari gaya london dan gaya anatar dipol. Jadi gaya Van der
Wall terjadi pada molekul non polar maupun pada molekul polar. Gaya ini timbul
karena adayan gaya tarik menarik antara inti atom dengan elektron atom lai yang
disebut gaya tarik menarik elektrostatik (gaya coulomb).
1.
Gaya london
Gaya
London terjadi pada molekul non polar. Gaya London adalah gaya tarik menarik
yang lemah antara dipol sesaat dan dipol terimbas.
2.
Gaya antar dipol
Gaya
tarik antar dipol terjadi pada molekul polar. Molekul polar mempunyai distribusi
elektron yang tidak merata.
Polarizabilitas
Polarisabilitas
adalah kemampuan untuk membentuk dipol sesaat. Ini adalah properti dari materi.
Polarizabilitas menentukan respon dinamik dari sistem yang terikat ke bidang
eksternal, dan memberikan wawasan ke dalam struktur internal molekul. Dalam
solid, polarisabilitas didefinisikan sebagai momen dipol per unit volume sel kristal.
Polarizabilitas
listrik adalah kecenderungan relatif dari distribusi muatan, seperti awan elektron
dari atom atau molekul, dan akibatnya dari badan material, memiliki biaya yang
mengungsi oleh medan listrik eksternal, yang dalam kasus seragam diterapkan
biasanya oleh dibebankan pelat sejajar kapasitor.
Gugus
Fungsi
Kemampuan
atom karbon untuk membentuk ikatan tunggal dan ganda dengan sesamanya, yang
memungkinkan pembentukan struktur dengan mengikat berbagai gugus fungsional. Gugus
fungsional adalah konfigurasi spesifik atom-atom yang umumnyaberikatandengan
kerangkakarbonmolekulorganikdanumumya terlibat dalam reaksi kimiawi. Persenyawaan
dengan gugus fungsional yang sama akan mempunyai sifat kimia yang sama.
Berbagai macam gugus fungsional
Terdapat enam
gugus fungsional yang paling penting
dalam kimia, yaitu :
1.
Gugus Hidroksil
2.
Gugus Karbonil
3.
Gugus Karboksil
4.
Gugus Amino
5.
Gugus Sulfidril
6.
Gugus Fosfat
Semua gugus
fungsional bersifat hidrofilik sehingga meningkatkan kelarutan senyawa organik
dalam air.
Efek
Induksi
Dalam suatu
ikatan kovalen tunggal dari atom yang tak sejenis, pasangan electron yang
membentuk ikatan sigma, tidak pernah terbagi secara merata di antara kedua
atom. Electron memiliki kecenderungan untuk tertarik sedikit ataupun banyak kea
rah atom yang lebih elektronegatif dari keduanya. Misalnya dalam suatu alkil
klorida, kerapatan elektron cenderung lebih besar pada daerah didekat atom Cl
daripada atom C. sebagai penunjuk bahwa atom yang satu lebih elektronegatif,
secara umum dituliskan sebagai berikut: Jika atom karbon terikat pada klorin
dan ia sendiri berikatan pada atom karbon selanjutnya, efek induksi dapat
diteruskan pada karbon tetangganya.
Akibat dari
pengaruh atom klorin, electron pada ikatan karbon klorin didermakan sebagian ke
klorin, sehingga menyebabkan C1 sedikit kekurangan electron. Keadaan C1 ini
menyebabkan C2 mesti mendermakan juga sebagian elektronnya pada ikatan C2
dengan C1 agar menutupi kekurangan electron di C1. Begitu seterusnya. Namun,
efek ini dapat hilang pada suatu ikatan jenuh (ikatan rangkap), efek induktif
ini juga semakin mengecil jika melewati C2. Pengaruh distribusi electron pada
ikatan sigma ini dikenal sebagai efek induksi. Sebagai perbandingan relatifitas
efek induksi, kita memilih atom hydrogen sebagai molekul standarnya, misalnya
CR3-H.
Resonansi
Resonansi
adalah delokalisasi elektron pada molekul atau ion poliatomik tertentu dimana
ikatannya tidak dapat dituliskan dalam satu struktur Lewis. Struktur molekul
atau ion yang mempunyai delokaliasi elektron disebut dengan struktur resonan. Masing-masing struktur resonan
dapat melambangkan struktur Lewis, dengan hanya satu ikatan kovalen antara
masing-masing pasangan atom. Beberapa struktur Lewis digunakan bersama-sama
untuk menjelaskan struktur molekul. Namun struktur tersebut tidak tetap,
melainkan ada sebuah osilasi antara ikatan rangkap dengan elektron, saling
berbolak-balik. Maka dari itu disebut dengan resonansi. Struktur yang sebenarnya
mungkin saja adalah peralihan dari dua struktur resonan. Bentuk peralihan
(intermediet) dari struktut resonan disebut dengan hibrida resonan.
Hiperkonjugasi
Hiperkonjugasi merupakan delokalisasi yang melibatkan
elektron σ. Hiperkonjugasi dapat dipandang sebagai overlap antara orbital σ
ikatan C-H dengan orbital π ikatan C=C, analog dengan overlap π-π.
Hiperkonjugasi disebut juga resonansi tanpa ikatan. Secara singkat efek
hiperkonjugasi merupakan perubahan dari suatu ikatan C-H menjadi ikatan C=C
atau C≡C oleh Hα. Hiperkonjugasi dapat meningkatakan kestabilan molekul dengan
semakin banyaknya Hα maka suatu molekul tersebut akan semakin stabil.
Referensi :
staff.unud.ac.id/~suarsana/wp.../Matakuliah-Gugus-Fungsional.pdf.
Kira-kira gaya van der waals dan polarizibilitas itu berhubungan tidak ya? bagaimana dengan hubungan keduanya? Terimakasih
ReplyDeleteterima kasih telah bertanya dan berkunjung. Menurut saya hubungan antara van der waals dan polarizibilitas, dimana salah satunya yaitu gaya van der waals dan polarizibilitas sama2 dipengaruhi oleh momen dipol. Hanya saja pada gaya van der waals terjadi pada inti atom sedangkan polarizibilitas pada sistem yang terikat pada bidang eksternal.
Deleteulasan diatas sangat baik dan telah dijelaskan dengan bahasa yang mudah dimengerti. good job :)
ReplyDeleteTerima kasih telah berkunjung nesya. Semoga ini bisa menambahkan sedikit ilmu. Good luck nesya
DeleteTerimakasih penjelasannya, mohon berikan contoh untuk setiap materinya agar lebih mudah dipahami 😊
ReplyDeleteSama2 hana. Terima kasih juga telah berkunjung
Deletemohon maaf umtuk contoh in sya allah akan saya share berikutnya ☺☺
Terima kasih atas materinya, sangat bermanfaat untuk dibaca.
ReplyDeletesaya mau bertanya mengenai gaya van der waals, bagaimana contoh dari gaya dipol dan gaya antar dipol?
Terimakasih
terima kasih atas materinya, namun saya mau bertanya bisa jelaskan tentang resonansi dan hiperkonjugasi dalam suatu contoh senyawa???
ReplyDelete